This always makes me cry… Rasulullah Last Hour

27 11 2008

Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya…

Pagi itu, meski langit mulai menguning, burung-burung gurung masih enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah,
“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya maka taati dan bertakwalah kepadaNya. Kuwariskan dua hal pada kalian, AlQur’an dan sunnah. Barangsiapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan bersama-sama memasuki surga bersamaku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Sedangkan dada Umar terlihat naik turun menahan nafas dan tangisnya. Ustman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya telah tiba.

“Rasulullah akan meninggalkan kita semua”, desah hati para sahabat di kala itu.
Manusia tercinta itu hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda semakin kuat tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.

Ketika itu, seluruh sahabat yang hadir pasti akan menahan detik-detik yang diteteskan sang waktu, bila mungkin.

Matahari kian tingggi, tapi pintu kediaman Rasulullah masih tertutup. Di dalamnya beliau sedang terbaring lemah dengan kening yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Namun Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata putri Rasulullah itu sambil membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani sang ayah yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah,
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah aku, Ayah. Sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Rasulullah menatap putrinya dengan pandangan yang menggetarkan, seolah beliau ingin menyimpan satu-satu bayangan wajahnya dalam ingatannya.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tetapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertai.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia untuk menjemput ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

Rasulullah tampak tidak lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Tidakkah Engkau senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya’”, kata Jibril.

Detik-detik hidup sang manusia tercinta hampir habis, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik, seluruh tubuh beliau tampak bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakitnya sakaratul maut ini.”

Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.
“Jijikkah kau melihatku hingga kau palingkan wajahmu, Jibril?” tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang tega melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik karena sakit yang tak tertahankan.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku.”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan tangannya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya.

“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.”
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat pun berpelukan menguatkan diri. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatii,”__umatku, umatku, umatku.
Dan pupuslah kembang hidup manusia mulia itu…

Kini, mampukah kita mencintai Rasulullah
seperti beliau mencintai kita?
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi

Diambil dari tulisan Anam, MS
dengan perubahan.

Just4 remind us…
How Rasulullah love ya all.





Raketkeun Duduluran Silih Rojong Sauyunan

17 11 2008

EXECUTIVE SUMMARY

“Karena kami yakin, permasalahan kesehatan dan lingkungan
adalah bencana yang akan membuat bencana yang lebih besar lagi”

Banyak permasalahan yang hadir di negeri ini. Bahkan ada juga yang menyebut negeri ini negeri 1001 bencana. Tidak hanya bencana alam yang kejadiannya tak menentu, namun ada bencana yang senantiasa “terpelihara”, yaitu bencana kesehatan dan lingkungan. Permasalahan ini kadang jarang diperhatikan, padahal justru bencana ini yang dapat menjadi bom untuk terciptanya bencana yang lebih besar. Untuk itulah diperlukan usaha dan karya nyata dari segenap anak bangsa, termasuk mahasiswa.

Kami, Badan Eksekutif Mahasiswa Bandung Raya,yang merupakan gabungan BEM-BEM di wilayah Bandung, melakukan kegiatan sosial dengan tema Raketkeun Duduluran, Silih Rojong Sauyunan – Rekatkan Persaudaraan, Saling bantu dengan sesama, yaitu melakukan kegiatan pelayanan kesehatan gratis, penanaman 12.000 bibit pohon yang kami lakukan untuk 13 desa yang tersebar dari kecamatan Ciwidey, Soreang hingga Ketapang. Serta melakukan perbaikan fasilitas umum di beberapa wilayah di area tersebut. Yang dilakukan selama 1 peksan sejak hari senin, 27 oktober 2008 hingga minggu, 2 november 2008. Kegiatan ini sebagai wujud karya nyata kami dalam memberikan kontribusi perbaikan masyarakat, serta membangun sense social kami untuk bekal kami kedepannya.

Kegiatan yang telah kami lakukan, telah memberikan bantuan pelayanan kesehatan untuk 6.131 orang atau kurang lebih sekitar 511 orang di setiap desa. Dengan penyhebarannya sebagai berikut :

Hari

1

2

Nama Desa

Jumlah Pasien

Nama Desa

Jumlah Pasien

Senin Panundaan – Ciwidey 324 Lebak Muncang – Ciwidey 505
Selasa Cisondari – Pasir Jambu 528 Cibodas – Pasir Jambu 674
Rabu Cukanggenteng – Pasir Jambu 515 Sukajadi- Soreang 614
Kamis Panyirapan – Soreang 630 Kramat Mulya – Soreang 443
Jumat Bandasari – Cangkuang 339 Ciluncat & Nagrak – Cangkuang 641
Sabtu Kopo – Kotawaringin 410 Gandasari – Ketapang 508

Dalam kegiatan penanaman pohon, kami telah menanam 12.000 bibit pohon yang tersebar antara kecamatan ciwidey hingga ketapang, untuk membantu kelestarian alam dan penghijauan di wilayah ini. Kami pun melakukan perbaikan beberapa  fasilitas umum seperti perbaikan saluran air, MCK dan tempat wudhu di desa Cibodas, serta pembuatan pavling block, pengadaan karpet, dan perbaikan bangunan Sekolah MTs Asy-Syuhada di Desa Bandasari Kecamatan Cangkuang. Kami juga melakukan berbagai macam kegiatan lainnya. Seperti kegiatan nonton bareng dan atraksi seni calung serta perkusi yang kami lakukan di desa Panyirapan. Juga kegiatan kompetisi tumpeng antar desa serta lomba mewarnai untuk anak-anak.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama BEM Bandung Raya dan Posko Jenggala yang senantiasa melakukan akasi-aksi kemanusiaan di berbagai tempat. Serta dukungan dari pemerintah Kabupaten Bandung dan aparatur desa yang membantu dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan. Juga tentunya para penyandang dana yang mensupport ide dan pemikiran ini menjadi sebuah realitas.

Terima Kasih atas bantuan dan dukungannya. Semoga ini dapat menjadi pelecut untuk setiap pihak, terutama para pengambil kebijakan, untuk turun ke lapangan, memberikan yang terbaik dan mengambil kebijakan yang pro masyarakat. Agar negeri sejahtera bukan sebuah mimpi lagi.
Gilang Widyawisaksana
Koordinator





Cerita dari Soreang-Ciwidey

17 11 2008

Negeri ini tidak bisa dibangun hanya dengan retorika. Itulah sekelumit pelajaran dari Aksi Sosial bersama Posko Jenggala dan Badan Eksekutif Mahasiswa Bandung Raya selama 1 minggu penuh di 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung. Hari-hari padat yang penuh makna.

Tinggal di rumah-rumah warga

8 hari, 7 malam kita habiskan kegiiatan malam di rumah-rumah warga. Yah, meski aku bilang rumah-rumah yang kami tinggali tergolong relatif bagus, tapi tetap saja ada banyak hikmah disana. Tinggal bersama para panitia (tentunya dipisah lah ya antara laki dan perempuan,,) kami masih merasakan bagimana air itu di wilayah yang kami tinggali ini masih sulit diperoleh, kebanyakan dari kami mandi dan MCK di Masjid yang tidak terlalu jauh dsari sana. Itu tadi yang terjadi di wilayah Ciwidey, lain halnya di desa Panyirapan, kita para lelaki tinggal di 2 lokasi, yang satu lumayan bagus (tapi lagi-lagi krisis air) dan yang satu lagi itu lebih tepat jika dibilang gubuk, airnya sih ada.. tapi MCK nya itu “u can see” hehe. Setiap pulang beraktifitas seringkali melihat kebiasaan para warga, ada ang positif, tapi ada juga yang kurasng baik, ada yang membuat bangga, namun lebih banyak yang menyedihkan.. Yah, mungkin inilah sedikit realitas tentang kondisi negeri Indonesia..

Rapat persiapan

Rapat persiapan

Karena kesehatan dan lingkungan yang sehat adalah modal terciptanya kesejahteraan

Dari awal, aku yakin bahwa bencana itu bukan hanya tsunami, gempa, atau bencana2 alam lainnya. Tapi sebenarnya banyak bencana yang seakan masih terpelihara di Indonesia. Mulai dari kebodohan, kemiskinan, kesehatan, lingkungan dsb. Makanya, aksi sosial kami mencoba membantu (meskipun aku yakin ga terlalu memberi arti untuk Indonesia) dengan fokus pada kesehatan dan lingkungan. Karena bencana ksehatan dan lingkungan, jika tidak segera diatasi sebenarnya inilah yang akan menciptakan bencana yang lebih bsar selanjutnya..

Back To Acara

Ya, dari 8 hari itu isinya 1 hari untuk preparing, 6 hari kita moving ke 12 desa dan 1 hari hiburan dan penutupan. Alhamdulillah, Allah Maha baik… sebenarnya banyak planning yang bermasalah (yah, mungkin kami masih perlu belajar lagi tentang komitmen), terutama masalah SDM. Bayangkan dari target 50 opanitia selama 1 minggu full, hanya ada 2 orang yang bisa bertahan 7 hari. Namun bukan berarti yang kerja 2 orang,, minimal kerja itu ada 12 orang, ya beruntunglah masih ada orang-orang luar biasa seperti mereka.. Thx Guys, Allah akan membalasnya!!

Menanam 12000an pohon (Go Green'ers ;) )

Menanam 12000an pohon (Go Green

Soalnya bener kata Babe (Andi Sahrandi – Kord Posko Jenggala) waktu memberikan “petuahnya” di atas ATV : “Kerjaan ini kerjaan Gila, kamu mengelola 2 desa tiap hari, tiap hari kita akan layani 1500 orang, nanem 2000 pohon, perbaikan fasilitas umum.. Apa ga Gila?? Dan akan jauh lebih gila lagi karena tim kita sedikit, tapi gue yakin lo bisa!” Ya, kata-kata yang menantang.. Memang aku sadari,, ini pekerjaan Gila. Pekerjaan besar yang harus dilalui bukan dengan leha-leha.. Sebuah pelajaran baru : “Klo kamu mau nolong orang, kamu juga harus sungguh-sungguh! jangan karena kamu mau nolong orang maka kamu bisa berbuat seenaknya aja” ..

Jujur hikmah2 ga berhenti di sana. Jiwa kita banyak diguncang-guncang. Mulai dari kasus-kasus di lapangan, atau kasus2 penyakit yang ada. Ada seorang bocah yang punya kelainan pada syaraf mata nya sehingga tidak bisa memejamkan mata (bayangkan betapa sakitnya), bapak yang di mulkutnya ada pembengkakan akibat getah bening, orang tua yang lumpuh total dan tidak bisa bangun sedangkan keluarganya hanya bisa pasrah karena ekonomi.

Tapi Alhamdulillah acara lancar, semua sesuai rencana.. 2 Desa etiap hari,, alhamdulillah lancar.. dari total ke 12 desa itu ada 6.131 orang yang ikut pelayanan kesehatan, ada 11.600an pohon yang kita tanam, dan perbaikan fasilitas umum di 2 desa : Cibodas dan Bandasari. (Lebih jelasnya silahkan liat executive summary nya).

Arghh pokoknya acara ini memang luar biasa.. Area pembelajaran.. Memang betul, kita disini bukan hanya sekedar membantu masyarakat, tapi kita juga membantu diri kita untuk memiliki sense sosial.. Saya masih ingat kalimat indah di sebuah dorama Jepang berjudul Change : “Saya akan melihat dengan mata yang sama dengan mata kalian. Saya akan mendengar dengan telinga yang sama dengan telinga kalian. Saya akan bekerja dengan tangan yang sama dengan tangan kalian yang berkeringat, untuk menunjuk jalan yang harus diambil negeri ini. Untuk masa depan yang penuh harapan..” Semoga kelak kita dapat menjadi pemimpin seperti itu. Pemimpin yang tahu kondisi rakyatnyas dan berjuang semata-mata karena rakyatnya…

Memberilah sebanyak-banyaknya bukan meminta sebanyak-banyaknya (Laskar Pelangi)





Mengapa Menghilang..

14 11 2008

Sulit memang untuk menemukan Gilang di Bandung atau Jakarta dari tanggal 27 oktober – 2november lalu. Itu juga yang menyebabkan knapa blog ini ga di update-update.. Mau tau kemana? Mungkin jawabannya akan lebih asyik klo ada cerita dan narasi fotonya.. Tapi eitsss sabar dulu ya..

Untuk gambarannya, dengerin dulu deh lagu ini.. Inilah kisi-kisinya.. ngapain aja sih tanggal segitu..

(Semoga nanti bukan ujub, hanya ingin menjawab pertanyaan banyak orang… Punten pisan ya,,, kan kebaikan itu katanya ga perlu diceritakan ke banyak orang hehehe, piss ahh)





Heal The World

14 11 2008

Theres a place in Your heart
And I know that it is love
And this place could
Be much Brighter than tomorrow
And if you really try Youll find theres no need To cry
In this place youll feel Theres no hurt or sorrow

There are ways to get there
If you care enough For the living
Make a little space, Make a better place…

Heal the world
Make it a better place For you and for me
And the entire human race ,there are people dying
If you care enough for the living
Make a better place , For you and for me

If you want to know why Theres a love that Cannot lie
Love is strong It only cares for Joyful giving
If we try
We shall see In this bliss , We cannot feel Fear or dread
We stop existing and Start living

Then it feels that always
Loves enough for
Us growing
So make a better world
Make a better world…

Heal the world
Make it a better place
For you and for me
And the entire human race
There are people dying
If you care enough
For the living
Make a better place
For you and for me

And the dream we were
Conceived in
Will reveal a joyful face
And the world we
Once believed in
Will shine again in grace
Then why do we keep
Strangling life
Wound this earth
Crucify its soul
Though its plain to see
This world is heavenly
Be gods glow

We could fly so high
Let our spirits never die
In my heart
I feel you are all
My brothers
Create a world with
No fear
Together we cry
Happy tears
See the nations turn
Their swords
Into plowshares

We could really get there
If you cared enough
For the living
Make a little space
To make a better place…

Heal the world
Make it a better place
For you and for me
And the entire human race
There are people dying
If you care enough
For the living
Make a better place
For you and for me

Heal the world
Make it a better place
For you and for me
And the entire human race
There are people dying
If you care enough
For the living
Make a better place
For you and for me

Heal the world
Make it a better place
For you and for me
And the entire human race
There are people dying
If you care enough
For the living
Make a better place
For you and for me

There are people dying
If you care enough
For the living
Make a better place
For you and for me

There are people dying
If you care enough
For the living
Make a better place
For you and for me

You and for me





Suatu Saat dalam Sejarah Cinta Kita

14 11 2008

suatu saat dalam sejarah cinta kita
raga tak lagi saling membutuhkan
hanya jiwa kita sudah lekat menyatu
rindu mengelus rindu

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita hanya mengisi waktu dengan cerita
mengenang dan hanya itu
yang kita punya

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita mengenang masa depan kebersamaan
kemana cinta kan berakhir
di saat tak ada akhir

(tulisannya Ust Anis Matta.  untuk sahabat-sahabat dekat di masa kuliah dulu,

- Fanani, Fikri, Kang Imron, Jumadi -

semoga tetap enjoy ketika bertemu di waktu puluhan tahun yang akan datang, insya Allah)





Akhirnya ST juga…

14 11 2008

Alhamdulillah,

Satu episode kehidupan telah berlalu.. Akhirnya S.T juga.. Syukurku padaMu ya Rabb.. Satu gerbang telah terlalui.. kini satu gerbang besar telah terbuka.. Ya, the Real World.. kehidupan nyata. Semoga ilmu-ilmu yang telah diberikan di inkubator kampus ITB bisa memberikan kontribusi nyata. Bukan hanya sekedar kata dan harapan.

Semua memang sudah diatur sedemikian rupa oleh sang Khalik. Namun tentunya ini tercapai atas spirit dan dukungan dari orang-orang terdekat, yang telah memotivasi kembali. Thanks for All. Mohon doa agar idealisme dan ilmu yang telah diperoleh di kampus ini tak kan lekang oleh waktu…

dsc00014

Inilah mereka yang mengisi hari-hari menuju gerbang sabuga 25 Oktober 2008

Orangtuaku (Mama dan Papa)

Atas segala doa, perhatian, keikhlasan, dan kesabarannya selama ini. Memberikan support dan keluangan bagi anaknya untuk berkreasi. Ya Allah sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku. Berikanlah kebahagiaan kepada mereka di dunia dan akhirat serta. Berikanlah kesempatan kepadaku untuk membahagiakan mereka berdua.

Kakakku (Mas Galih, Mbak Dhidhi dan Mbak Mela)

atas supportnya terutama masalah finansial (hehehe.. ternyata jadi bungsu itu enak juga ya J ). Mudah-mudahan rizkinya semakin lancar n adikmu ini bisa membalasnya juga
Keponakkanku (Raya Dyga Janitra),

hiburan dan mainan baru tidak hanya bagi Ayah Ibunya, tapi juga buat Omnya.

Mbah Soemohardjo Pu/Pi, Mbah Sahri,

yang telah melahirkan kedua orang tuaku sehingga aku bisa terlahir ke dunia. Terima Kasih atas doa nya selama ini. Semoga Gilang kelak bisa seperti yang diharapkan. Aamiin.

Guru-Guru Kehidupan.

Ust Yusuf Mansyur, yang telah memberikan pencerahan dan membukakan hati dan pintu rahmatNya padaku. Begitu banyak kemudahan setelah mencoba apa yang beliau katakan. Ust. Rahmat Abdullah (almarhum) untuk setiap motivasi dan keteladanan, Dr. Hidayat Nur Wahid yang memberikan spirit dan contoh bahwa masih ada pemimpin yang bisa diteladani, Ir. Adrian sebagai konsultan khusus, motivator, pembawa spirit perubahan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan menatap masa depan yang lebih cerah, Faisal Amri Siregar, S.T (Sang CEO Quantum Graph), yang tetap menjaga spirit itu hingga menjadikanku menemukan keluarga baru, Ir. Erwan Nasril seorang konsultan spiritual yang senantiasa memberikan inspirasi-inspirasi kehidupan. Abu Syauqi yang telah mengajarkan tentang optimisme, semangat yang membara dan selalu Do The Best.

Dosen dan Karyawan GD

Pak Eka yang setia membimbing, Pak Poerbo yang menjadi wali, Pak Mipi yang membantu dalam pelaksanaan proyek, dan seluruh dosen yang telah memberikan ilmunya, tak lupa kepada para pegawai TU seperti Pak Dudi yang telah membantu kelancaran administrasi TA.

Sahabat Karib yang mengisi hidup (kemarin, hari ini esok dan selamanya)

Sobat Bolang.

Bobby Rahman, sang kandidat MWA, sang analisator ulung,jago ngomong, jago “menjual diri” sampai -sampai jago memikat hati para hawa (hehehe, jadi inget!! Tenang, mati satu tumbuh seribu :D , peace bro!!). Alfian Nur Mahendra, Sang Ketua Tim, mapresnya Bolang, Kahim tercerdas 2004, terimaksaih atas masukan2nya. Army Alghifari, seorang politikus yang beralih ke bisnis, didoakan supaya cepat dapat yang terbaik hehehe. Tri Aji Nugroho, yang ini sulit diungkapkan intinya my best bro lah. Si kembar Anas-Ikur, luar biasa karakter kepemimpinannya sama-sama kuat. Fahri, si kahim bijak dan tampan yang banyak menjadi idola hehehe. Radit, fotografer dan desainer ulung, calon Master Mechanical Engineer. Mahendrata, komplit deh mulai dari urusan pelajaran, kemahasiswaan, sampai wanita ckckck…, Edo, kahim Yell Boys yang merantau ke negeri Andy Lau. Zakarsyi, Sultan UKA yang beralih menjadi bisnismen Es Shanghai di Aceh, salut lah!! Jarwo, dari kahim jadi masul pesantren.. keren banget nih si abang. Gesa Sang Falugon, masa depan di tanganmu, orang hebat yang ga perlu terkenal. Ridwan tekwan, bersabarlah ini hanyalah gerhana bukan terbenamnya matahari. Essa Korhej Dalle, beruntung banget Bolang punya orang seperti kamu, thx udah merealisasikan mimpi Ganesha Hijau. Keep spirit teh!! Adisti, seorang green’ers, bakat dalam menulis, komitmennya keren, loe emang layak jadi menteri dis J.  Anni Nuraeni, tukang ngebaca orang hiiii.. hati2 lah padanya ::D. PipinyaMiftah, punten uda ngilangin MicroSD, sukses jadi mompreneur. Citra Gusti, calon mompreneur sejati, semangat3! Indonesia butuh banyak pengusaha bersih dan peduli J. Syifa L. Zahra, diam-diam menghanyutkan, ga nyangka suka garing juga, suka nulis, keep spirit!! Kiki bersaudara yang satu di Farmasi dan satu di Biologi.. semangat2! Dan 2154 pendukung Bolang pada pemilu KM ITB 2008, terima kasih atas kepercayaannya. Mungkin hari ini bukan milik kita, tapi masa depan masih menanti kontribusi kita. Salute

Seluruh kamerad IMG

Atas segala dukungannya dan kesempatan untuk menimba ilmu disana. Semoga IMG tetap terus jaya dan kompak.

Kamerad IMG 2004

Edo si ajgo animasi, Arief sanga bos reefsea, Miga kandidat Professor, Hot yang ditakdikrak lebih lama (damai;)), Dea si tukang proyek, Hartako yang berapi-api, Todona semoga ga hilang untuk yang ketiganya, Wito the rocker, Fanani teman menemani hari-hari yang kesepian hahaha , Poso yang pendiam, Ayie calon matu Professor (aamiin), Fahri yang tembem, Friska kaput FSI yang “ga jelas” yang jelas Cuma fisiknya aja hehehe, Cute sang komandan bulungan, Wulan yang baik hati, penolong, dan suka menabung hahaha (ibu2 bappeda), Gien Yang meng “Idol” kan dirinya, Saka yang diem2 tapi teryata ckckckn, Aga pria tampan idaman para perjaka wahahaha, Via calon dosen, Ika yang sabar ya…, Handy  calon bisnismen, Sinaga pemalas yang punya bakat jadi pengusaha, Elmo si pemikir, Indri yang ditakdirkan memperbaiki citra wonogiri sebagai pengekspor TKW, Fikri sahabat yang baik dan pengertian, trims atas semua bantuan dan dukungan selama ini, Arky yang tangguh, Bayu (…), Gaby yang akhirnya lulus juga, Mia calon model abadi, Dota si jangkung pengganti pak piping, Ancha yang lagi mulai fokus, Akbar sang bos proyek, Hendri (saran2 n kritikannya, berharga bgt Dri!!..), Ijal, Wijan, Tukul, Ayu, Chany, Diah, Ade, Ucox (ayolah cox…), Mita, Andi, Bud’s (gancang nyusul nya!!…), Yonan, Jumadi yang telah menemani malam-malam panjang di warnet dengan harga 5 ribu per 3 jam hehehe, kenangan indah dalam perjuangan malam, trim atas pra sidangnya, Deni yang kiini menghilang entah kemana, Sidik semoga tetap dalam jalanNya, Libin sang surveyor sejati, Nazih yang suka ngegaring, Hamsah yang suka ngingetin untuk ngerjain TA, Wisnu, Oji sang ketua IMG,dan  Upi lu jadul. Terima Kasih untuk kalian semua, semoga cita-cita kita untuk memperbaiki dan mengharumkan nama Geodesi dapat terwujud.

Para pengurus FSI

Atas doa dan dukungannya serta kesempatan untuk menimba ilmu disana. Fadlan Nasution, Mamat Suhermat, Remy Syahdeni, M. Iqbal, Yan Anugerah, Imron Malra Setyawan (my best bro), Fanani Hendy, Ismail Baihaqi, Pandu Adi W. Firma, Mirliansyah, Catur, Agung  dan kawan-kawan yang tidak bisa disebut satu per satu.

Kabinet KM ITB especially 2006-2007

Dwi Arianto Nugroho, Jalu Pradono dsb… Trimakasih untuk kesempatan “menimba ilmu” disana.

Dian Sastrowardoyo dan Luna Maya…

Atas doa dan dukungannya J

Dan seluruh saudara, sahabat yang tidak dapat saya sebutkan disini. Terima Kasih, semoga ini dapat menjadi kado untuk kalian semua.
Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater

Kami Berjanji akan Mengabdikan Segala Kebajikan Ilmu Pengetahuan untuk Menghantarkan Bangsa Indonesia ke Pintu Gerbang Masyarakat Adil dan Makmur