Monas

1 03 2012

View Larger Map





Komen di blog ini yang mengharu biru..

25 09 2010

Ada sebuah komen di blog ini yang cukup mengharu biru. Ya, meskipun penulisnya menggunakan inisial, sepertinya cukup familiar. Namun terlepas dari siapa penulisnya, jujur ini cukup mengharu biru, entah karna salah satu subjeknya yang mirip dengan pengalaman saya (mirip, hehe), ini layak untuk diangkat kembali. Bukan untuk mengungkit-ungkit masa lalu yang telah terjadi. Namun Gibran pernah berkata :  “Life can only be understood backwards; but it must be lived forwards.”. Sehingga tulisan ini bukan hanya mengharu biru saya, tapi juga kalian yang punya pengalaman kegagalan.. mengingatkan untuk tetap memandang positif kehidupan, sebagaimana yang penulisi ini sampaikan : “Percayalah akan selalu ada mentari yang kan datang bersinar terang menyambut pagi, di hari esok yang membuka tirai-tirai masa menyusupkan harapan melalui sinarnya yang masuk ke dalam jendela-jendela sang waktu untuk mengganti malam…”

—————————————-

Ada seseorang yang ingin menjadi pahlawan. jiwanya tergerak, pikirannya melayang-layang cepat menembus dimensi waktu, “seandainya aku bisa berbuat banyak untuk mereka, agar aku bisa memiliki sesuatu yang kupersembahkan untuk Rabbku kelak”. Lalu kesempatan membawanya menuju ke sana. Kemudian ia pun berjuang dengan segenap usaha dan keyakinannya bahwa ia pasti bisa menjadi pemain selanjutnya. Menjadi pelaku sejarah pada masanya.

Aku tahu ia takut namun tak ia katakan. Aku tahu ia pasti resah dan gelisah, tapi yang ia tampakkan hanyalah kekuatannya tanpa ada yang bisa menangkap perkataan-perkataan hatinya. Ini adalah tugas yang mulia, maka Allah lah satu-satunya tempat mengadu. lalu ketika pertarungan itu berada di depan mata, mungkin hampir di penghujung hari. Ternyata takdir Allah belum menunjuknya..

Apakah ia kalah? tentu saja tidak!!! ia tetap seorang pemenang, karena pahlawan tidak selamanya harus berada di depan dan meraih medali kemenangan dengan tangannya. Ia bisa terus berjuang di ruang-ruang kesempatan lain yang masih ada, yang menantinya, yang telah dipersiapkan Allah untuknya. Tidak harus ia tampak di depan mata dan terlihat. Yang paling penting adalah terus berjuang dan menjadi seorang pahlawan dengan penuh keikhlasan. Jadi apapun kita yang paling penting adalah keridhaan Allah. Karena jalan ini telah ditetapkan, maka inilah yang terbaik, Insya Allah. Peristiwa ini merupakan harga yang sangat mahal untuk mengajari kita betapa berharganya sesuatu yang telah hilang.

Dan rasanya aku ingin membangunkan mereka semua, mengajak setiap hati untuk bergerak. Sahabatku, aku adalah sahabatmu, aku hanya ingin kita bersama-sama tanpa prasangka dan rasa tidak percaya kembali membangun rumah yang kita cintai menjadi istana yang megah, menjadi kekuatan kita, dan menjadi keindahan yang akan selalu kita rindukan. Bersatulah semua hati, merapat dan semakin mendekat dalam ikatan ukhuwah yang sangat indah, karena perjuangan ini tak mengenal siaran tunda hingga kita semua bersatu. Namun, apakah setiap jiwa mendengarnya???beri tahu aku!! ini adalah tugas kita. Kita tidak ingin pergi meninggalkan generasi yang lemah, namun apakah mentari kita segera tenggelam??

Selagi masih ada detik-detik yang tersisa, mari terus berjuang dan jangan pernah menyerah. Ada hikmah yang besar di balik semua ini, karena kebenaran akan selalu menang, mungkin bukan dengan skenario yang kita inginkan. Ada kisah lain yang sudah dipersiapkan. Percayalah akan selalu ada mentari yang kan datang bersinar terang menyambut pagi, di hari esok yang membuka tirai-tirai masa menyusupkan harapan melalui sinarnya yang masuk ke dalam jendela-jendela sang waktu untuk mengganti malam…Tetap Semangat!!!

Original komen bisa dililhat di : https://gilangwhp.wordpress.com/2008/03/11/dear-sobat-bolang/





Ada apa dibalik aksi Terry Jones?

14 09 2010

WTC 7 hancur di bom bukan di tabrak

Saya tidak ingin memperdebatkan tentang usaha Pendeta Terry Jones and the gank yang ingin membakar AlQuran saat peringatan 9 tahun tragedi WTC. Jelas sebagai makhluk beradab dan beragama kita menghargai dan menjunjung tinggi kitab suci ummat, bahkan dalam Islam sendiri diajarkan meskipun saat berperang sekalipun,tidak boleh merusak bangunan ibadah..
Namun yang ingin sedikit diulas adalah, ada apa dibalik upaya pembakaran AlQuran ini? apakah ini hanyalah usaha untuk membangun kembali pengopinian buruk terhadap terorisme Islam? atau sebagai salah satu eskalasi dari rencana baru Yahudi untuk “menghantam” Iran (baca ini)?  Namun yang terlihat jelas adalah, uipaya ini benar2 ingin membangun kembali persepsi bahwa pelaku 9//11 adalah kalangan Islam, terlebih perayaan beberapa tahun belakangan nyaris tanpa pembangunan persepsi Islamophobia, tapi lebih ke tragedi kemanusiaan. Apalagi bukti-bukti yang dikeluarkan oleh perkumpulan Arsitek dan Engineer di Amerika yang memperlihatkan bahwa tragedi 9/11 itu adalah kebohongan belaka.
Ya, bisa jadi.. rencana Terry Jones ini bukan murni kekecewaan terhadap Islam, tapi ada skenario lain yang sedang mereka lakukan.. Yang jelas data pertumbuhan umat Islam di Amerika justru mengalami peningkatan pasca tragedi ini. Semakin banyak orang yang mempelajari Islam dan akhirnya memutuskan memilih Islam sebagai keyakinannya.
Kembali ke bukti tadi, Waktu saya kelas 1 sma pun saat itu, cukup aneh melihatnya. Secara konstruksi masa’ sih bangunan setinggi itu, ketika ditabrakkan pesawat di atasnya bisa ambles? paling hanya beberapa lantai di atas yang hancur berantakan. Apalagi liat munculnya asap dari bawah.. wuiih… Namun sepertinya tulisan di bawah ini bisa lebih valid dibandingkan dugaan anak sma kelas 1 tadi hehe😀
—————————
Important evidence has emerged showing the official story the American public has been fed about the 9/11 attacks is a ‘lie,’ a group of architects and engineers say.
A day before the ninth anniversary of the September 11, 2001 attacks, Architects and Engineers for 9/11 Truth say evidence regarding the destruction of the World Trade Center towers has emerged that show pre-set explosives were used in the demolition of the buildings.
Gregg Roberts, who is a member of the non-profit organization disputing the results of official investigations into the September 11 attacks, says the “official story is a lie, it is a fraud.”
According to experts, the Twin Towers suffered total destruction within 10-14 seconds in near free fall accelerations which can only occur as a result of pre-set demolition explosives.
“There had to be explosives, there is no other way for the building to come symmetrically straight down… like a tree if you cut into the tree it falls to the side, that you cut,” said Steven Dusterwald, another member of the truth seeking organization.
The group also asserts that molten metal was found after the 9/11 inquiry.
“Jet fuel and office fires cannot melt iron or steel. They don’t even get half as hot as that and so something else was there, very energetic material that had to be placed throughout the buildings,” Roberts said.
“Once we take the blinders off, we can see. There are very few people in America who have taken the blinders off. So we are assisting people by showing them the evidence,” said founder of Architects and Engineers for 9/11 Truth Richard Gage.
“The 600 architects I represent are most concerned about the freefall collapse of [World Trade Center] Building 7, the third skyscraper [that was] not hit by an airplane to fall on the afternoon of 9/11…the whole building is destroyed in 6.5 seconds,” the American Free Press quoted Gage as saying.
World Trade Center 7 reportedly collapsed about eight hours after the main World Trade Center towers fell.
The new evidence makes void the official story line that 19 al-Qaeda terrorists hijacked four commercial airliners and crashed into the twin towers of the World Trade Center in New York City.
The Architects and Engineers for 9/11 Truth group is calling on US Attorney General Eric Holder to request a federal grand jury investigation into this alleged cover-up, which Gage calls the “largest crime of the century.”
“If there is a responsible party,” former US Senator Mike Gravel told Press TV, “it ends with [former US President George W.] Bush and it comes down to [Former Vice President Dick] Cheney and then it comes down to the military and the various bureaucracies. No question that this kind of activity goes to the very top.”





Kisah Ibu dan Anaknya

12 09 2010

Alkisah di suatu desa di pagi hari, terdapat pembicaraan menarik antara ibu dan anaknya…

Ibu : “Nak, mengapa kini ibadahmu begitu rajin, padahal dulu waktu kecil, bangun pagi saja susah”
Anak : “Bu, anakmu ini sudah beranjak dewasa, sudah tau mana yang baik dan buruk, benar dan salah.. Apakah tak layak jika sekarang bersyukur merasakan segala nikmatNya atas hidup”
Ibu : “Alhamdulillah”
Anak : “Anakmu ini juga sudah ingin melengkapi separuh agamanya, apakah salah jika aku juga berusaha memantaskan diri untuk mendapatkan wanita yang baik2 sebagai ibu dari cucu2mu kelak”
Ibu : “Alhamdulillah, semoga engkau segera mendapatkan bidadari yang kau cintai dan dia pun mencintaimu”
Anak : “Aamiin :)”

Uhuuy susahsuit2.. itulah kisah anak dan ibunya di pagi hari,,
jadi inget kata-kata “sepsanag Bidadari” nya Ippho Santosa di bukunya :”7 Keajaiban Rezeki”, dimana salah satu pintu rizki adalah doa dari orangtua dan pasangan hidup.. so jadi klo mau dapet rizki, mintalah ortu dan pasangan kita untuk mendoakan hal yang sama dengan yang kita doakan dan usahakan.. hehe.. Ganbatte🙂





Keep Spirit #Quotes

2 07 2010

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu. (alm. Ust Rahmat Abdullah)





Melihat Gempa secara Spasial

8 06 2010

Informasi gempa bumi biasanya kita dapatkan secara tekstual, misalnya di daerah mana, dan kilometer berapa dari daerah mana. Mungkin kita yang awam, jarang bisa langsung membayangkan lokasi kejadian, atau andaikata membayangkan, kadang bisa jadi tak sesuai dengan kenyataan🙂. Untuk itulah, web ini menjadi tools untuk melihat lokasi Gempa secara spasial yang secara real time menginformasikan lokasi-lokasi gempa dan terkoneksi langsung dengan web USGS.

Web GIS ini sebenarnya hanyalah demo yang memperlihatkan peran dari ESRI ArcGIS Server untuk Emergency Management, yang memperlihatkan lokasi-lokasi kecelakaan, koneksi dengan Real Time Kamera di spot2 lalu lintas Amerika, hingga informasi lokasi Gempa yang merupakan RSS dari USGS.

Silahkan akses http://publicsafetytemplates.esri.com/emcop/index.html

Teman-teman akan melihat preview tampilan seperti ini,

Untuk melihat informasi gempa teman-teman bisa mengklik lambang layer yang ada di sebelah kanan bola dunia (tepat di bawah tulisan Emergency Management COP, itu adalah lambang Operational Layer. Nanti akan mucul dropdown menu, silahkan pilih Earthquakes. Maka nanti akan tampil pop up menu baru yang berisi informasi kejadian2 terkini dan juga akan ditampilkan pada peta spot2nya. Atur zoomingnya biar terlihat bagus lokasi2nya (biasanya klo zoomnya terlalu tinggi disekitarnya ga terlihat apa2, karena ada di wilayah laut). Untuk pengaturan zoom-nya sendiri ada di sebelah kiri. Untuk info lebih lanjut tentang gempa tersebut silahkan klik lokasi gempa, maka teman2 akan dibawa ke web USGS untuk info lebih detilnya. Ohya, by default itu backgroundnya streetmap, jika ingin ganti ke background citra satellite, silahkan klik icon bola bumi dan pilih “ArcGIS online Imagery”, yang merupakan fitur Map Service dari ESRI.

Selain itu, disini juga mendemonstrasikan integrasi dengan kamera atau bisa juga dengan CCTV, Jadi di lokasi-lokasi itu teman2 bisa melihat bagaiman situasi jalanan tersebut saat ini.

OK, selamat menikmati🙂





Erdogan, Soekarno Era Baru!

6 06 2010

Sepertinya tidak berlebihan, bahkan mungkin dengan kerendahan hati kita bisa mngatakan,  hari ini kita sedang hidup bersama seorang pemimpin dunia yang karismatik, tegas, dan berani. Yang berani mengakkan kebenaran dengan segala keterbatasannya. Yup, Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri Turki, yang dengan tegas mampu mengungkapkan ketidakadilan yang dilakukan Israel dan Amerika di berbagai forum bahkan di forum dunia. Tidak sekedar berwacana dia juga yang membela gerakan kemanusiaan Freedom Flotilla yang hangat akhir-akhir ini, mengirimkan bantuan ke Palestina. Dan pasca tragedi kemanusiaan itu, bahkan ia langsung memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, membatalkan perjanjian-perjanjian kerjasama ekonomi. Sikap berani patut kita acungi jempol. Karena jika dilihat, sebara kuat Turki dibanding Israel ataupun Amerika sekalipun. Namun dunia bergeming ketika di sebuah forum ia dengan lantang mengatakan : “Kami Bersama Orang-orang Teraniaya dan Tertindas di Gaza”, atau “Kami akan memperjuangkan Palestina sampai titik darah penghabisan kami, meskipun kami sendirian”.

Dia bukan sekedar mnengecam atau mengutuk, tapi melakukan aksi-aksi kongkrit. Begitu pula saat dengan lantang di World Economic Forum ia berani berbicara dengan lantang bahwa Presiden Israel adalah pembunuh kejam yang lebih kejam dari seorang barbarian.

Kebaraniannya, mengingatkan kita pada Presiden RI pertama (meskipun aye juga belum lahir, tp dari baca-baca sih begini hehe). Indonesia Pasca merdeka, bisa dikatakan termasuk salah satu negara miskin, belum punya kekuatan apa-apa. Tapi gelora Soekarno, mengangkat harkat martabat Indonesia saat itu, menjadi bangsa yang diperhitungkan dunia pada waktu singkat. Kita ingat di sejarah Indonesia, bahwa negeri yang baru merdeka (Indonesia) ini diajarkan nilai memperjuangkan kemanusiaan secara kongkrit (aksi nyata) dengan bantuan beras Indonesia untuk rakyat India yang sedang dilanda bencana kelaparan. Kita miskin, tapi Soekarno memperlihatkan kita lebih kaya dibandingkan negara maju seperti Amerika sekalipun saat itu. Atau saat memperjuangkan Irian Barat, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap Belanda denganmemutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda dan melakukan persiapan militer untuk membebaskan Irian Barat. Dan bahkan Presiden Soekarno di hadapan Sidang Majelis Umum PBB ke-15 menyampaikan pidatonya yang berjudul “Membangun Dunia Baru” (To Build the World Anew).

Dalam pidato tersebut, Presiden Soekarno menyerukan “Kekuatan Dunia Baru” (New Emerging Forces, NEFOS) untuk bangkit menuju tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang, melampaui dominasi negara-negara besar di dunia yang secara ideologis terbagi ke dalam Blok Barat dan Blok Timur, yang akhirnya melahirkan Gerakan Non Blok, yang Indonesia yang menjadi salah satu inisiatornya

Ya, mungkin tulisan ini bisa begitu panjang memeperlihatkan kehebatan Erdogan, namun pada intinya kita boleh tersenyum bangga saat ini kita hidup bersamanya, meski berbeda bangsa. Dan dengan kerendahan hati, kita mungkin harus belajar dari Turki untuk keberanian kemanusiaan ini, dan jangan lupa, sejarah mengjarkan kita hal ini.