Menjadi Manusia Pembelajar Yang Paham Peran dan Posisi

26 05 2007

Belajar adalah proses yang sadar atau tidak dilakukan oleh manusia hingga akhir hayatnya kelak. Proses yang senantiasa dilakukan untuk meng-upgrade diri menuju pribadi yang ideal. Sebagai insan yang ber-Tuhan, manusia pembelajar merupakan mereka yang memahami akan arti dan hakikat hidupnya. Mengapa? Karena ini adalah dasar dari segalanya, sebelum ia mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya, maka pemahaman akan hakikat hidup manusia menjadi sebuah kebutuhan sejati, karena mereka menjadi lebih tahu serta memiliki objektifitas dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki.

 

Potensi yang ada haruslah di-upgrade secara seimbang (balance) sehingga tidak tumpang tindih satu sama lain. Karena 3 potensi dasar tersebut, yaitu moral, intelektual, dan fisik merupakan sebuah kesatuan utuh yang perlu dikembangkan untuk menjadi manusia yang paripurna. Sehingga efeknya mereka mampu berfikir, memahami dan melaksanakan apa yang diinginkannya yang berbuah pada bingkai yang positif.

 

Terkait dari itu semua, mahasiswa –status yang hari ini kita miliki bersama- sebagai seorang yang sedang mengalami proses pendidikan formal adalah bagian kecil (part of) manusia pembelajar. Bukan sekedar mengejar prestasi akademis semata, karena kita (mahasiswa) memiliki peran penting dalam menentukan nasib bangsa nantinya. Mahasiswa adalah orang-orang yang dituntut untuk membawa angin segar perubahan, menjaga nilai-nilai postif yang ada di masyarakat, dan tentunya menjadi stok yang selalu siap untuk dimanfaakan bangsanya.

 

Semangat manusia pembelajar di kalangan mahasiswa membuat peran tersebut akan mampu dijalankan secara optimal. Kesadaran berbuat untuk Tuhannya dan sesama manusia membuat peran-peran yang ada tidak lagi sekedar menjadi jargon belaka. Upgrading nilai-nilai intelektualitas menjadikan peran tersebut dinamis, mengacu pada nilai-nilai kebenaran ilmiah yang logis dan meningkatkan kualitas akan perubahan yang dibawa. Dan semangat mengoptimalkan potensi fisik merupakan bagian terpenting dalam pelaksanaan peran mahasiswa, karena kontribusi yang mereka lakukan menuntut kita untuk selalu siap, memeras keringat, bahkan mungkin masih terngiang kisah yang diceritakan senior-senior kita, bahwa perjuangan pun menuntut nyawa, sebagaimana dulu Ketua-ketua himpunan di ITB membuat barikade untuk menghalangi buldouzer yang akan meluluhlantahkan pemukiman penduduk di Garut, lihatlah pula hari ini perjuangan pemuda-pemuda Palestina yang menuntut kemerdekaan bangsanya. Sebuah kontribusi riil yang menuntut nyawa. Siapkah kita?

 

Kita adalah pembawa aspirasi, berada di middle class. Sehingga jelas, perjuangan yang kita lakukan membutuhkan sebuah kesadaran akan arti kehidupan. Hari ini kita begitu dikotak-kotakkan oleh budaya kapitalis. Padahal kita, sebagai manusia berTuhan sudah selayaknya memberikan kontribusi tanpa membedakan Ras, Suku, Agama, atau bahkan tidak tersekat pada batas-batas wilayah dan negara.

 

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater


Actions

Information

3 responses

28 08 2007
bobby

intinya…
mahasiswa itu peran/posisinya sebagai manusia biasa juga khan? yang punya hak dan kewajiban, sehingga kita dituntut untuk merasakan adanya hak dan kewajiban orang lain juga…

usul, contohnya ditambah donk… jangan cuma ‘aksi heroik mahasiswa’ saja…
bisa saja cerita tentang ‘hasil karya mahasiswa’. Sehingga dari sini mahasiswa bisa terlihat sebagai penggerak dan pembangun bangsa secara menyeluruh…

thx, tulisan bagus…

25 02 2008
fuadhanif

Hidup Mahasiswa!!!
Ya mahasiswa punya peran strategis di manapun posisinya.
Mainkan peran itu secara istiqomah, jangan terkooptasi dengan instritusi tertentu.
Salam kenal, met bjuang!

2 08 2009
reza aditya

Konsepsi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: