Think.. bout multi talent…

5 09 2007

Ya. Sebenarnya sudah lama ini dibilangin tmen2 ke sy tapi kok belakangin ini mulai bener2 kepikiran.. Ya banyak temen yang uda bilang klo sy itu multi talent (Semoga sy dijauhkan dari sifat sombong), Belakangan sy mulai berfikir tentang hal itu, ya semakin lama akhirnya sy menyadari anugerah Sang Pencipta pada sy dgn kelebihan seperti ini. Hanya saja kini sy malah jadii bimbang untuk menentukan masa depan sy seperti apa?

Terlebih-lebih ternyata ini juga mempersulit aktivitas sy. Karena bnyk permintaan dr temen2 sy yg lain untuk “bantu – bantu” dalam tim merka, dengan asumsi sy punya karakter yang cocok  di mata mereka. Permasalahan yang timbul di kemudian hari adalah, ternyata amanah sy banyak banget, dan membuat sy sulit untuk focus mendalami suatu hal.. Ada keresahan akan hasil yg ga optimal yg sy ciptakan. Hmm, yah multi talent / multi competence memang suatu anugerah, namun disisi lain bila ga terkelola dengan baik seperti yg sy alami ini, khawatir malah akan membingungkan sy menentukan masa depan di kemudian hari..

Ada pembaca yang mengalami hal yang sama? Terus gimana solusinya? Give me Ur best Advice bro n sista…!!


Actions

Information

One response

4 10 2007
miftajah

kemaren ikut bincang bareng pak Rama Royani. kebetulan abis baca tulisan gil yang ini. jadi kepikiran buat nanyain. jawabannya :
1. gilang lagi dicariin sama Pak Adang tuh… katanya beliau lagi nyari mahasiswa yang multitalent
2. tetep harus ada prioritas gil. gini deh… sekarang balik ke gilangnya sendiri pernah bercita-cita jadi apa. inget kata kang Arfi kan, “siapa yang yakin dengan cita-citanya?”. jangan sampe trainer malah jadi ga yakin ama cita-citanya setelah ngasih training ke adek2. nah, beruntung banget buat yang multitalent dan emang ahli dibidang yang ditekuni. semua talenta itukan akhirnya bisa saling mendukung cita-cita yang ingin gilang raih. iya ga sih? gitu katanya…
trus, yang ke-3… pendapat mift sendiri ini mah. bedain deh antara talent ama skill. misal, masak. skill apa talent? kata pak rama, masak itu talent. orang yang udah jungkir balik ikutan les sana-sini, walaupun enak… beda rasanya ama orang yang punya talent masak yang enak. kayak bapakku, dia ga pernah belajar atau kursus, tapi kalo masak enak banget. itu namanya talent. mungkin, kita bisa mengasah sisi tajam dari kapak kita (talent) dan disesuaikan dengan fungsi dan peran yang akan kita jalankan. jangan sampe kita ngasah sisi tumpul kapak kita, boros… buang-buang tenaga, buang-buang waktu, buang-buang uang.
sok lah, yang multi talent… asal tau mau jadi apa, gampang ngejalaninnya. banyak faktor yang saling mendukung, kan jadinya bagus.
semoga bermanfaat.

NB:
aku cabut permintaan tolongku yang buat acara di SMA. sip? semoga ngurangin beban antum.
GANBARE!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: