Cerita dari Soreang-Ciwidey

17 11 2008

Negeri ini tidak bisa dibangun hanya dengan retorika. Itulah sekelumit pelajaran dari Aksi Sosial bersama Posko Jenggala dan Badan Eksekutif Mahasiswa Bandung Raya selama 1 minggu penuh di 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung. Hari-hari padat yang penuh makna.

Tinggal di rumah-rumah warga

8 hari, 7 malam kita habiskan kegiiatan malam di rumah-rumah warga. Yah, meski aku bilang rumah-rumah yang kami tinggali tergolong relatif bagus, tapi tetap saja ada banyak hikmah disana. Tinggal bersama para panitia (tentunya dipisah lah ya antara laki dan perempuan,,) kami masih merasakan bagimana air itu di wilayah yang kami tinggali ini masih sulit diperoleh, kebanyakan dari kami mandi dan MCK di Masjid yang tidak terlalu jauh dsari sana. Itu tadi yang terjadi di wilayah Ciwidey, lain halnya di desa Panyirapan, kita para lelaki tinggal di 2 lokasi, yang satu lumayan bagus (tapi lagi-lagi krisis air) dan yang satu lagi itu lebih tepat jika dibilang gubuk, airnya sih ada.. tapi MCK nya itu “u can see” hehe. Setiap pulang beraktifitas seringkali melihat kebiasaan para warga, ada ang positif, tapi ada juga yang kurasng baik, ada yang membuat bangga, namun lebih banyak yang menyedihkan.. Yah, mungkin inilah sedikit realitas tentang kondisi negeri Indonesia..

Rapat persiapan

Rapat persiapan

Karena kesehatan dan lingkungan yang sehat adalah modal terciptanya kesejahteraan

Dari awal, aku yakin bahwa bencana itu bukan hanya tsunami, gempa, atau bencana2 alam lainnya. Tapi sebenarnya banyak bencana yang seakan masih terpelihara di Indonesia. Mulai dari kebodohan, kemiskinan, kesehatan, lingkungan dsb. Makanya, aksi sosial kami mencoba membantu (meskipun aku yakin ga terlalu memberi arti untuk Indonesia) dengan fokus pada kesehatan dan lingkungan. Karena bencana ksehatan dan lingkungan, jika tidak segera diatasi sebenarnya inilah yang akan menciptakan bencana yang lebih bsar selanjutnya..

Back To Acara

Ya, dari 8 hari itu isinya 1 hari untuk preparing, 6 hari kita moving ke 12 desa dan 1 hari hiburan dan penutupan. Alhamdulillah, Allah Maha baik… sebenarnya banyak planning yang bermasalah (yah, mungkin kami masih perlu belajar lagi tentang komitmen), terutama masalah SDM. Bayangkan dari target 50 opanitia selama 1 minggu full, hanya ada 2 orang yang bisa bertahan 7 hari. Namun bukan berarti yang kerja 2 orang,, minimal kerja itu ada 12 orang, ya beruntunglah masih ada orang-orang luar biasa seperti mereka.. Thx Guys, Allah akan membalasnya!!

Menanam 12000an pohon (Go Green'ers ;) )

Menanam 12000an pohon (Go Green

Soalnya bener kata Babe (Andi Sahrandi – Kord Posko Jenggala) waktu memberikan “petuahnya” di atas ATV : “Kerjaan ini kerjaan Gila, kamu mengelola 2 desa tiap hari, tiap hari kita akan layani 1500 orang, nanem 2000 pohon, perbaikan fasilitas umum.. Apa ga Gila?? Dan akan jauh lebih gila lagi karena tim kita sedikit, tapi gue yakin lo bisa!” Ya, kata-kata yang menantang.. Memang aku sadari,, ini pekerjaan Gila. Pekerjaan besar yang harus dilalui bukan dengan leha-leha.. Sebuah pelajaran baru : “Klo kamu mau nolong orang, kamu juga harus sungguh-sungguh! jangan karena kamu mau nolong orang maka kamu bisa berbuat seenaknya aja” ..

Jujur hikmah2 ga berhenti di sana. Jiwa kita banyak diguncang-guncang. Mulai dari kasus-kasus di lapangan, atau kasus2 penyakit yang ada. Ada seorang bocah yang punya kelainan pada syaraf mata nya sehingga tidak bisa memejamkan mata (bayangkan betapa sakitnya), bapak yang di mulkutnya ada pembengkakan akibat getah bening, orang tua yang lumpuh total dan tidak bisa bangun sedangkan keluarganya hanya bisa pasrah karena ekonomi.

Tapi Alhamdulillah acara lancar, semua sesuai rencana.. 2 Desa etiap hari,, alhamdulillah lancar.. dari total ke 12 desa itu ada 6.131 orang yang ikut pelayanan kesehatan, ada 11.600an pohon yang kita tanam, dan perbaikan fasilitas umum di 2 desa : Cibodas dan Bandasari. (Lebih jelasnya silahkan liat executive summary nya).

Arghh pokoknya acara ini memang luar biasa.. Area pembelajaran.. Memang betul, kita disini bukan hanya sekedar membantu masyarakat, tapi kita juga membantu diri kita untuk memiliki sense sosial.. Saya masih ingat kalimat indah di sebuah dorama Jepang berjudul Change : “Saya akan melihat dengan mata yang sama dengan mata kalian. Saya akan mendengar dengan telinga yang sama dengan telinga kalian. Saya akan bekerja dengan tangan yang sama dengan tangan kalian yang berkeringat, untuk menunjuk jalan yang harus diambil negeri ini. Untuk masa depan yang penuh harapan..” Semoga kelak kita dapat menjadi pemimpin seperti itu. Pemimpin yang tahu kondisi rakyatnyas dan berjuang semata-mata karena rakyatnya…

Memberilah sebanyak-banyaknya bukan meminta sebanyak-banyaknya (Laskar Pelangi)


Actions

Information

3 responses

18 11 2008
37degree

aamiin…

lain kali, ajak2 ya lang… butuh banyak pembelajaran jg nih, terutama utk terjun ke lapangan mengurusi masalah kesehatan dan lingkungan… (secara anak TL…)

26 12 2008
ikhwanalim

Jadi inget Fardes-nya HMF,, Cuma yang ini lebih mengglobal aja kegiatannya…

1 01 2009
shobri

Gilang emang mantep deh. Ingetlah, Tuk Siap siaga dlm menjalankan baksos selanjutnya. oke….
kunjungi :
http://eo-baksos.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: